Thank You
Siang ini….seperti biasa….menjadi siang yang akan menjadi sama dengan siang siang lainnya,bersama dengan lantunan lagunya “home by michael bubble”…. siang ini hanya ingin menulis saja
Aku hanya ingin…
Berterima kasih karena bahagia yang datang pada saat yang tepat
Memberi kesejukan dalam kekeringan dan panasnya hati
Memberi seberkas cahaya di gelapnya malam
Meski hadirnya tak kasat mata, tapi aku bisa merasakannya di sini….
Berterima kasih karena harapan yang datang bak air di tengah gurun
Membangkitkan sejuta impian yang pernah tidur dalam pikiran
Membuat jiwa kembali mampu melantunkan nyanyian kebahagiaan
Meski hadirnya tak bisa kugambarkan dalam kertasku, namun kubisa torehkan lewat tulisanku….
Berterima kasih buat senyum yang akhirnya muncul kembali
Membuat hari penuh tawa, dengan godaan dan tingkahnya yang kocak
Menghidupkan kembali jiwa kekanakan yang t’lah lama diam karena kelelahan berkutat dengan kejamnya dunia
Meski senyum itu tak selalu hadir di depan mata, namun ingatan mampu bawanya ke sini….
Berterima kasih buat cemburu yang menggugah hati
Membuatku sadar ternyata rasa yang kumiliki tidaklah sementara
Mengalihkan duniaku pada betapa aku tak ingin kehilangan
Meski rasa ini selalu berhasil menegangkan urat leher dan sedikit air mata, namun rasa ini tambahkan sejuta sayang….
Ku berterima kasih….
karena aku masih diperbolehkan memiliki rasa sayang….
How great You are, my Lord….thank you. ^__^
Boru panggoaran
Boru Panggoaran, Anak perempuan pertama, The first daughter….
Surat buat Ayah Bundaku :
Sudah kegemaranku menuliskan surat di siang hari begini
surat-suratku yang lain juga kugoreskan di saat yang sama
bertemankan sinar matahari yang sama
disejukkan sepoian angin yang juga sama….
Hanya satu yang membuat siang ini berbeda dengan siang lainnya
saat ini aku ditemani lantunan syair “Boru Panggoaran” yang dinyanyikan Victor Hutabarat
Aku ingat Ayah pernah katakan, “lagu ini buatmu anakku”..
kala itu aku cuma bisa tertawa dan melempar canda saat kau coba menyanyikannya dengan suaramu yang sedikit nge-bass itu..
mataku tak begitu bersahabat dengan air mata saat mendengarkan lagu yang sendu
tapi siang ini, kedua bola mata ini bak tanah gersang yang rindu air hujan
terima kasih pernah menyanyikannya buatku Ayah….
hmmm…. Tak banyak coretan lain yang bisa kubuat Ayah, Bunda
Biarlah salinan syair lagu ini menjadi penutup suratku
Aku tahu, doamu, harapanmu ada di setiap barisnya
Ijinkan aku berjanji, aku akan berusaha mewujudkannya
KasihNya menyertai Ayah, Bundaku….
Ho do boruku tampuk ni ate-ateki
Ho do boruku tampuk ni pusu-pusuki
Burju burju ma ho Namarsikkola i Asa dapot ho na sininta ni rohami
Molo matua sogot ahu Ho do manarihon ahu
Molo matinggang ahu inang Ho do na manogu-nogu ahu
Ai ho do boruku boru panggoaranki
Sai sahat ma da na di rohami
Ai ho do boruku boru panggaoaranki
sai sahat ma da na di rohami
(diperuntukkan bagi sesama Boru Panggoaran)
Surat untuk kawan
Kepada sobatku
Hanya sebuah penyemangat di siang hari….
Siang ini mungkin sama seperti siang di hari lainnya
Panas sang surya membakar kulit dan silaukan mata , Tapi ntah kenapa….
Kali ini sang surya mampu pancarkan panas hingga ke lubuk hati
Menembus tiap lapisan kulit, robek tebalnya otot, patahkan kerasnya tulang..
Memasuki aliran darah dan membuat sekujur tubuh merasakan hawa panasnya….
Argghh….
Panas identik dengan kemarahan, kekesalan, kekecewaan.. dan mereka semua unsur dari sebuah masalah
Siapa yang tak kenal masalah Siapa yang tak pernah dihampiri masalah….
Semuanya tergantung bagaimana aku dan kau menghadapinya kawan
Hari pertama mungkin kau akan menangis dan berteriak kenapa
Keesokan harinya kau mungkin lebih memilih diam dan bertanya dalam hati….
Sampai hari berikutnya kau hanya bisa diam tanpa tanya….
Sama sepertiku…. di bawah pohon rindang di atas bukit ini aku cuma bisa duduk, berharap sang angin berikan sedikit kesejukan hingga ke lubuk hatiku,
menguapkan panas yang sudah dihantarkan sang surya….
Kulihat jauh ke depan sana ternyata hidup tak akan pernah berhenti di sini saja kawan….
sama seperti pandangan mataku yang tak mampu lihat apa yang ada di kejauhan Kawan..
Meski kadang hidup tak seindah yang kita bayangkan
Meski kadang hidup tak pernah memberi yang kita inginkan cuma satu yang kita harus percaya ini semua pasti adalah yang terbaik
Everything goes for a pefect reason….
Kawan..
ada tanganku di sini yang siap menggenggam erat jemarimu ada bahuku yang siap menerima tetesan air mata itu
tak kan kusalahkan kala kau berkata “berat…., sedih….”
karena aku percaya suatu saat kau akan berteriak “terima kasih Yang Kuasa….”
Salam….
dari seorang kawan
ACLS, EKG dan HIPERKES 2009
TS yang terhormat,
Berikut kami informasikan jadwal – jadwal pelatihan ACLS, EKG dan HIPERKES tahun 2009 yang masih tersedia.
A C L S ( Advanced Cardiac Life Support )
Waktu : Periode I 26 – 28 Juni 2009 (Fully Booked)
Periode II 3 – 5 juli 2009
Periode III 17 – 19 Juli 2009
Periode IV 24 – 26 Juli 2009
Periode V 7 – 9 Agustus 2009
Periode VI 2 – 4 Oktober 2009
Periode VII 9 – 11 Oktober 2009
Periode VIII 16 – 18 Oktober 2009
Periode IX 23 – 25 Oktober 2009
Periode X 30 Okt – 1 Nov 2009
Periode XI 6 – 8 November 2009
Periode XII 20 – 22 November 2009
Periode XIII 4 – 6 Desember 2009
Tempat : PERKI HOUSE Jl. Danau Toba No.139 A-C, Bendungan HIlir, Jakarta Pusat
Fasilitas :
• Pelatihan ACLS PERKI selama 3 hari.
• Buku Panduan ACLS PERKI (1 Buah) versi bahasa Indonesia “ NEW “
• Sertifikat ACLS PERKI ( Akreditasi 12 SKP dari IDI ).Masa Berlaku 3 tahun.
• Konsumsi ( 1x Lunch + 2x Coffe Break ) / hari.
Biaya : Rp. 2.500.000 / Peserta
Pembayaran :
Transfer :
BCA Cab. Setiabudi Atrium No.Rek 7660 169231 a.n Danar Kusumawardhani
Bank Mandiri Cab. RSCM No.Rek 122000 4968213 a.n Danar Kusumawardhani
Pendaftaran via SMS :
Ketik ACLS # Periode# Nama Lengkap # No.Handphone, Kirim ke 08170 825 883
Contoh : ACLS # 26 – 28 Juni 2009 # Danar Kusumawardhani # 08170825883
Info dan Registrasi :
No.Hp : 0817 0825 883 ( Dr.Danar/ Mia/ Dian )
Fax : 021 – 86603771
Email : seminarkedokteran@gmail.com
Kegiatan ini hanya untuk kalangan Dokter
Kursus EKG PERKI
Waktu : Periode I 27 – 28 Juni 2009
Periode II 4 – 5 Juli 2009
Periode III 25 – 26 Juli 2009
Periode IV 15 – 16 Agustus 2009
Periode V 3 – 4 Oktober 2009
Periode VI 17 – 18 Oktober 2009
Periode VII 14 – 15 November 2009
Periode VIII 5 – 6 Desember 2009
Periode IX 26 – 27 Desember 2009
Tempat : Wisma Bidakara RS. Harapan Kita Jl.Letjen S. Parman, Slipi, JakBar
Fasilitas :
• Pelatihan EKG selama 2 hari dari PERKI JAYA
• Buku Panduan Kursus EKG dari PERKI JAYA
• Sertifikat dari PERKI JAYA ( Akreditasi 6 SKP dari IDI ). Masa Berlaku Seumur Hidup
• Makan siang dan 2x Coffee Break selama 2 hari
Biaya : Rp. 1.100.000 / Peserta
Pembayaran :
Transfer :
BCA Cab. Setiabudi Atrium No.Rek 7660 169231 a.n Danar Kusumawardhani
Bank Mandiri Cab. RSCM No.Rek 122000 4968213 a.n Danar Kusumawardhani
Pendaftaran via SMS :
Ketik EKG # Periode# Nama Lengkap # No.Handphone, Kirim ke 08170 825 883
Contoh : EKG # 27-28 Juni 2009 # Danar Kusumawardhani # 08170825883
Info dan Registrasi :
No.Hp : 0817 0825 883 ( Dr.Danar/ Mia/ Dian )
Fax : 021 – 86603771
Email : seminarkedokteran@gmail.com
Blog : seminarkedokteran.blogspot.com
Kegiatan ini dapat diikuti oleh Dokter, Ko-Asisten, Paramedic/Perawat
HIPERKES ( Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja )
Waktu : Periode I 27 April – 7 Mei 2009
Periode II 25 Mei – 4 Juni 2009
Periode III Bln Juli dan Agustus 2009 ( Tanggal Masih Menunggu konfirmasi kepastian dari Dept. IIK – FKUI)
Tempat : Departemen IKK-FKUI , Jln. Pegangsaan Timur No.16 Jakarta
( Depan Stasiun Cikini & Sekompleks dengan Dept. Mikrobiologi FKUI )
Fasilitas :
1. Pelatihan HIPERKES selama 9 hari ( Senin-Jumat dan Senin-Kamis)
2. Modul materi HIPERKES
3. Praktikum dan Kunjungan Perusahaan
4. Instruktur : Staf pengajar FKUI, Depkes dan Depnaker
5. Makan siang dan Coffee Break selama 9 hari
6. Sertifikat HIPERKES dari Depnaker dan Sertifikat dari Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI Program Studi Kedokteran Kerja ( Akreditasi IDI ). Sertifikat berlaku seumur hidup
Biaya : Rp. 2.000.000 / Peserta
Pembayaran :
BCA Cab. Setiabudi Atrium No.Rek 7660 169231 a.n Danar Kusumawardhani
Bank Mandiri Cab. RSCM No.Rek 122000 4968213 a.n Danar Kusumawardhani
Pendaftaran via SMS :
Ketik Hiperkes # Periode# Nama Lengkap # No.Handphone, Kirim ke 08170 825 883
Contoh : Hiperkes # 27 April -7 Mei 2009 # Danar Kusumawardhani # 08170825883
Info dan Registrasi :
No.Hp : 0817 0825 883 ( Dr.Danar/ Mia/ Dian )
Fax : 021 – 86603771
Email : seminarkedokteran@gmail.com
Blog : seminarkedokteran.blogspot.com
Kisah anjing Hachiko
Ini sebuah kisah dari Jepang, dan aku dapatkan dari blog sebelah….
dan aku cuma ingin membagikannya dengan teman2….
Seorang Profesor setengah tua tinggal sendirian di Kota Shibuya. Namanya Profesor Hidesamuro Ueno. Dia hanya ditemani seekor anjing kesayangannya, Hachiko. Begitu akrab hubungan anjing dan tuannya itu sehingga kemanapun pergi Hachiko selalu mengantar. Profesor itu setiap hari berangkat mengajar di universitas selalu menggunakan kereta api.. Hachiko pun setiap hari setia menemani Profesor sampai stasiun.
Di stasiun Shibuya ini Hachiko dengan setia menunggui tuannya pulang tanpa beranjak pergi sebelum sang profesor kembali. Dan ketika Profesor Ueno kembali dari mengajar dengan kereta api, dia selalu mendapati Hachiko sudah menunggu dengan setia di stasiun. Begitu setiap hari yang dilakukan Hachiko tanpa pernah bosan.
Musim dingin di Jepang tahun ini begitu parah. Semua tertutup salju. Udara yang dingin menusuk sampai ke tulang sumsum membuat warga kebanyakan enggan ke luar rumah dan lebih memilih tinggal dekat perapian yang hangat. Pagi itu, seperti biasa sang Profesor berangkat mengajar ke kampus. Dia seorang profesor yang sangat setia pada profesinya. Udara yang sangat dingin tidak membuatnya malas untuk menempuh jarak yang jauh menuju kampus tempat ia mengajar. Usia yang semakin senja dan tubuh yang semakin rapuh juga tidak membuat dia beralasan untuk tetap tinggal di rumah. Begitu juga Hachiko, tumpukan salju yang tebal dimana-mana tidak menyurutkan kesetiaan menemani tuannya berangkat kerja. Dengan jaket tebal dan payung yang terbuka, Profesor Ueno berangkat ke stasun Shibuya bersama Hachiko.
Tempat mengajar Profesor Ueno sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Tapi memang sudah menjadi kesukaan dan kebiasaan Profesor untuk naik kereta setiap berangkat maupun pulang dari universitas. Kereta api datang tepat waktu. Bunyi gemuruh disertai terompet panjang seakan sedikit menghangatkan stasiun yang penuh dengan orang-orang yang sudah menunggu itu. Seorang awak kereta yang sudah hafal dengan Profesor Ueno segera berteriak akrab ketika kereta berhenti. Ya, hampir semua pegawai stasiun maupun pegawai kereta kenal dengan Profesor Ueno dan anjingnya yang setia itu, Hachiko. Karena memang sudah bertahun-tahun dia menjadi pelanggan setia kendaraan berbahan bakar batu bara itu. Setelah mengelus dengan kasih sayang kepada anjingnya layaknya dua orang sahabat karib, Profesor naik ke gerbong yang biasa ia tumpangi. Hachiko memandangi dari tepian balkon ke arah menghilangnya profesor dalam kereta, seakan dia ingin mengucapkan,
” saya akan menunggu tuan kembali.”
“Anjing manis, jangan pergi ke mana-mana ya, jangan pernah pergi sebelum tuan kamu ini pulang!” teriak pegawai kereta setengah berkelakar.
Seakan mengerti ucapan itu, Hachiko menyambut dengan suara agak keras,”guukh!”
Tidak berapa lama petugas balkon meniup peluit panjang, pertanda kereta segera berangkat. Hachiko pun tahu arti tiupan peluit panjang itu. Makanya dia seakan-akan bersiap melepas kepergian profesor tuannya dengan gonggongan ringan. Dan didahului semburan asap yang tebal, kereta pun berangkat. Getaran yang agak keras membuat salju-salju yang menempel di dedaunan sekitar stasiun sedikit berjatuhan.
Di kampus, Profesor Ueno selain jadwal mengajar, dia juga ada tugas menyelesaikan penelitian di laboratorium. Karena itu begitu selesai mengajar di kelas, dia segera siap-siap memasuki lab untuk penelitianya. Udara yang sangat dingin di luar menerpa Profesor yang kebetulah lewat koridor kampus.
Tiba-tiba ia merasakan sesak sekali di dadanya. Seorang staf pengajar yang lain yang melihat Profesor Ueno limbung segera memapahnya ke klinik kampus. Berawal dari hal yang sederhana itu, tiba-tiba kampus jadi heboh karena Profesor Ueno pingsan. Dokter yang memeriksanya menyatakan Profesor Ueno menderita penyakit jantung, dan siang itu kambuh. Mereka berusaha menolong dan menyadarkan kembali Profesor. Namun tampaknya usaha mereka sia-sia.
Profesor Ueno meninggal dunia. Segera kerabat Profesor dihubungi. Mereka datang ke kampus dan memutuskan membawa jenazah profesor ke kampung halaman mereka, bukan kembali ke rumah Profesor di Shibuya.
Menjelang malam udara semakin dingin di stasiun Shibuya. Tapi Hachiko tetap bergeming dengan menahan udara dingin dengan perasaan gelisah. Seharusnya Profesor Ueno sudah kembali, pikirnya. Sambil mondar-mandir di sekitar balkon Hachiko mencoba mengusir kegelisahannya. Beberapa orang yang ada di stasiun merasa iba dengan kesetiaan anjing itu. Ada yang mendekat dan mencoba menghiburnya, namun tetap saja tidak bisa menghilangkan kegelisahannya.
Malam pun datang. Stasiun semakin sepi. Hachiko masih menunggu di situ. Untuk menghangatkan badannya dia meringkuk di pojokan salah satu ruang tunggu. Sambil sesekali melompat menuju balkon setiap kali ada kereta datang, mengharap tuannya ada di antara para penumpang yang datang. Tapi selalu saja ia harus kecewa, karena Profesor Ueno tidak pernah datang.
Bahkan hingga esoknya, dua hari kemu dian , dan berhari-hari berikutnya dia tidak pernah datang.
Namun Hachiko tetap menunggu dan menunggu di stasiun itu, mengharap tuannya kembali. Tubuhnya pun mulai menjadi kurus.
Para pegawai stasiun yang kasihan melihat Hachiko dan penasaran kenapa Profesor Ueno tidak pernah kembali mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya didapat kabar bahwa Profesor Ueno telah meninggal dunia, bahkan telah dimakamkan oleh kerabatnya. Mereka pun berusaha memberi tahu Hachiko bahwa tuannya tak akan pernah kembali lagi dan membujuk agar dia tidak perlu menunggu terus.
Tetapi anjing itu seakan tidak percaya, atau tidak peduli. Dia tetap menunggu dan menunggu tuannya di stasiun itu, seakan dia yakin bahwa tuannya pasti akan kembali. Semakin hari tubuhnya semakin kurus kering karena jarang makan.
Akhirnya tersebarlah berita tentang seekor anjing yang setia terus menunggu tuannya walaupun tuannya sudah meninggal. Warga pun banyak yang datang ingin melihatnya. Banyak yang terharu. Bahkan sebagian sempat menitikkan air matanya ketika melihat dengan mata kepala sendiri seekor anjing yang sedang meringkuk di dekat pintu masuk menunggu tuannya yang sebenarnya tidak pernah akan kembali.
Mereka yang simpati itu ada yang memberi makanan, susu, bahkan selimut agar tidak kedinginan. Selama 9 tahun lebih, dia muncul di station setiap harinya pada pukul 3 sore, saat dimana dia biasa menunggu kepulangan tuannya.
Namun hari-hari itu adalah saat dirinya tersiksa karena tuannya tidak kunjung tiba. Dan di suatu pagi, seorang petugas kebersihan stasiun tergopoh-gopoh melapor kepada pegawai keamanan. Sejenak kemu dian suasana menjadi ramai. Pegawai itu menemukan tubuh seekor anjing yang sudah kaku meringkuk di pojokan ruang tunggu. Anjing itu sudah menjadi mayat.
Hachiko sudah mati.
Kesetiaannya kepada sang tuannya pun terbawa sampai mati. Warga yang mendengar kematian Hachiko segera berduyun-duyun ke stasiun Shibuya. Mereka umumnya sudah tahu cerita tentang kesetiaan anjing itu. Mereka ingin menghormati untuk yang terakhir kalinya.
Menghormati sebuah arti kesetiaan yang kadang justru langka terjadi pada manusia.
Thank’s GOD
2 May 2009
Siang itu tekad kami bulat sudah untuk menempuh perjalanan jauh demi menyaksikan kebahagiaan saudari terkasih kami, di kota yang merupakan ibukota Jawa tengah itu..
Kami terdiri dari empat kru :
ada yang berperan sebagai kapten selaku pemimpin perjalanan ini,
ada pula navigator yang memberikan petunjuk perjalanan ini,
ada pula yang menjadi penyemangat, yang rela berisik setiap saat, yang penting kapten tidak ngantuk
dan terakhir penasehat yang setia dengan segala petuah dan saran2nya selaku yang dituakan….
Kami melakukan perjalanan yang tak biasa ini melalui jalur yang tak biasa pula..
Berharap pada seberkas ingatan akan perjalanan yang lalu
Dan mengandalkan sejuta harapan pada berbagai penunjuk jalan yang ada
Ternyata oh ternyata…..
Yang tertulis tidaklah harus selalu menyenangkan
seperti tertulis pada Kitab, mengikutKu tidaklah seindah yang kau bayangkan…
Banyak rintangan di sana,
sama seperti jalur yang tak biasa ini…Jalur yang sepi, hanya bertemankan cahaya bintang, bulan
serta sedikit kelap kelip si kunang-kunang, binatang bercahaya
Saat itu kami sudah melintasi setengah perjalanan, hanya mobil kami yang berada di jalan kecil itu
Lalu….tiba-tiba di depan kami tampak sebuah truk terbalik, perasaan kami tak enak
Kami berada di tanjakan yang ekstrim, dan mobil itu tiba2 mati….kemudian mundur….
ke arah jurang curam….gelap….
Ini mungkin kadar adrenalin terbesar yang pernah mengalir dalam darah kami
Semua kru panik, berusaha menenangkan satu sama lain meski ada ketakutan luar biasa dalam dirinya
Sekejap….diam yang jadi sahabat saat itu
Berusaha untuk maju, namun mobil itu tetap saja mundur ke arah jurang
Semuanya turun dari mobil,
Aku hanya terdiam melihat ban mobil yang hanya beberapa centimeter saja dari jurang terjal itu
Kalau saja sang kapten salah putar stir, bisa mati kami ini, pikirku.
Akhirnya,
ada cahaya lampu motor di depan kami
tanpa pikir panjang, kami meminta tolong pada orang itu
Puji syukur pada Yang Kuasa karena Dia ternyata mengirimkan orang yang ramah itu untuk menolong kami, dan dengan keahliannya, mobil itu bisa melaju melewati tanjakan ekstrim..
Kita tidak jadi mati, teriak kami satu sama lain..
Segala puja dan puji kami haturkan padaNYA saat itu, jutaan bintang bercahaya jadi saksi bisu akan salah satu peristiwa terdasyat dalam hidup kami, langit saat itu indah sekali kawan….
dan memang saat sesorang dihadapkan pada kematian, saat itulah dia tahu bagaimana menghargai kehidupan..
Terima kasih buatNYA, dan seorang malaikat yang membantu kami saat itu
akhirnya kami bisa berkumpul dengan orang2 yang kami kasihi
terima kasih buat kru perjalanan 2 mei 2009, kalian memang yang terbaik teman…
ingat kita harus foto lagi yah hehehehe
Hiduplah dengan penuh kasih, seakan kau akan mati besok….
Thank’s God we are still alive ^_^
AKU ADA
8 tahun yang lalu..
saat masih mengenakan seragam putih abu-abu..
seorang teman datang di saat kelamku..
memberikan selembar kartu..
dengan hiasan pita berwarna emas di bagian atasnya..
dan ucapan agar tetap bersemangat di baliknya..
katanya kartu itu sebenarnya diberikan oleh salah seorang saudara untuknya
namun, dia tergerak memberikannya untukku,
dan hari ini kartu yang biasa aku selipkan di kitab suci itu
membuatku mengenang saat itu
terima kasih sahabatku, saudaraku..
ini isi kartu itu :
AKU ADA
Ketika aku sedang sedh menyesali masa lampauku dan memikirkan masa depan
dengan penuh kecemasan,
Tuhan berfirman, “NamaKu adalah AKU ADA”
Ia berhenti sejenak, aku pun menanti..
Kemudian dengan suara lembut Ia melanjutkan
“Bila hidupmu hanya memikirkan masa lampau dengan kesalahan-kesalahan
dan penyesalan, semuanya itu tidak ada gunanya. Aku tidak ada di sana.
namaKu bukan AKU DULU ADA
Bila hidupmu hanya memikirkan masa depan,
dengan segala permasalahan yang tak menentu dan rasa takut
Itu pun sia-sia
namaKu bukan AKU AKAN ADA
Bila sekarang hidupmu memikirkan hal-hal yang terjadi hari ini dan percaya kepadaKu
sungguh indah sekali. Aku ada di sini
namaKu adalah AKU ADA
God bless you all ^_^
I love you
Sebenarnya ingin sekali mengutip sebuah puisi atau cerita dari tempat lain untuk dibagikan di blog ini,
Namun ntah kenapa, sebagian dari otak ini memaksaku untuk membuat tulisan sendiri, yang isinya tak tau apa, tapi yang penting “tulislah….” itu kata otakku
Apa sebenarnya otak itu, apa pula itu perasaan, dan apa pula itu logika..
Mengapa sekarang ini banyak sekali yang meng-kambinghitam-kan semua yang aku sebut di atas, misalnya :
- saat seorang teman kesal dengan kelakuan temannya yang sedikit lemot itu, dia akan dengan gampang mengatakan “kau taruh di mana sih otakmu…” – saat sepasang kekasih sedang bertengkar, dengan gampangnya pula sang pangeran berkata “begini neh kaum hawa, terlalu banyak make’ perasaan..” atau dengan santainya sang putri berteriak dengan lantang “dasar cowok, nggak punya perasaan, bisanya pake logika doank..”
Aghhh whatever….
Terlalu gampang dan terlalu cepat untuk mengatakan kalau mereka semuanya tidak seharusnya berlaku demikian, karena saat amarah mengalir dalam jiwamu, semuanya akan berbeda.. saat semua perasaan -selain perasaan senang dan bahagia- berkecamuk dalam dirimu, semuanya akan berada di luar akalmu, maka mulailah kamu meng-kambinghitam-kan apa saja….
So, Berdiamlah sejenak kala semua rasa itu menghampirimu, jangan biarkan mereka menghancurkan harimu. Saat kita berdiam, ingatlah kalau hidup ini penuh cinta kasih dan pengorbanan..
Bukan penuh dengan “kambing hitam”, “menyalahkan”, “kebencian” dan ‘ntah apalah itu
Hingga saat diam itu kau ambil, akhirnya kau akan bisa berdiri kembali, meski dengan kedua kaki gemetar, meski dengan air mata yang menunggu di sudut matamu.. namun yang terpenting kau tetap bangkit berdiri dengan kedua kakimu, penuh kemenangan setelah melawan musuh terbesar hidup yaitu dirimu sendiri !!!!
So, nggak akan ada lagi yang namanya permusuhan, nggak akan ada lagi yang namanya pertengkaran, dan nggak ada lagi yang namanya sakit hati…. karena cinta sesungguhnya akan mengalahkan logikamu, perasaanmu dan juga otakmu. Namun, jangan harap cinta itu hanya akan mewarnai hidupmu dengan kebahagiaan, karena cinta juga penuh dengan isak tangis yang sesudahnya diikuti dengan datangnya pelangi, yang berarti sebuah harapan….
Thank you Lord, who gives me love through His death
Thank you mom, dad and my family, who give me chance to know love in this world
Thank you for all my best friend, that teach me how to love, how to express this love, and how to sacrifice love so it could change the world.
Je aime toi…. ^_^
I love you
No subject
Ini tulisan seorang sahabat
kutak tau apa yang saat itu dipikirkannya
ntah apa yang sedang berkecamuk dalam hati dan jiwanya
ntah apa yang sedang ditunggunya….
nice write friend
=No subject=
It was raining that day
Like the day before… and the day before
The river was swollen from the rain and the tears
Without rainbow’s presence
Still…. she was standing on the riverbank
Shaking with angelic sad face that I’ll never forget
Looking like she might jump in any second
Giving me my rainbow’s presence
Yet…
My mind still frozen as my heart
With good and evil were busy with their clumsiness
Claiming rainbow’s presence
Now.. I’m here alone in this river
Still captivated within the river
Fighting this never ending rain
Waiting for rainbow’s presence
anonymous
Me and my baby -happy chapter-
Menjadi ko-ass di bagian anak dan obstetri ginekologi membawa alam pikiran pada sesuatu yang harus kusyukuri. Betapa aku bersyukur punya ibu yang dari rahim sucinya aku dilahirkan.
Saat itu, kali pertama mengikuti proses persalinan, lahirnya makhluk suci ke dunia penuh dosa ini, banyak hal yang terjadi, banyak rasa di sana (seperti kata iklan nano-nano) persalinan sebuah proses keluarnya janin dari dalam rahim seorang ibu ke dunia luar, bukan proses yang cepat, bahkan untuk menunggu si jalan lahir berdilatasi maksimal (awam : bukaan penuh) saja butuh waktu yang lama, belum lagi erangan karena rasa sakit yang ditimbulkan proses tersebut….
Saat itu tak ada kata yang dapat terucap, cuma dalam hati bersyukur bisa mengecap kemajuan teknologi hingga spontan jari-jari ini menulis sebuah pesan pada sang bunda yang nun jauh di sana “Ma, terima kasih sudah melahirkanku, suatu anugerah terbesar bisa lahir dan menjadi anakmu….ternyata melahirkan itu sakit yah ma..”

Karena dukungan seorang sahabat pula kuberanikan berbagi cerita itu di sini, semoga kisah-kisah ini membawa kita pada titik kesadaran kalau setiap kita dilahirkan bukan tanpa suatu tujuan, meski kita lahir dari latar belakang dan cara yang berbeda-beda, tapi ada tujuan di dalamnya…dan bersyukurlah punya ibu yang dari rahimnya kau dilahirkan.
Melihat begitu banyak pelecehan, penolakan, kekerasan yang kini dilakukan pada kaum ibu, harusnya kita berpikir dua kali sebelum berpaling dari ibu kita..

This one i called “crying baby”
Namanya bayi Ny.R, dia masih belum diberikan nama saat lahir, karena dia terpaksa dirawat di NICU (Neonatal Intensive Care Unit) karena menderita Sepsis Neonatorum, penyakit infeksi pada bayi yang sudah mengenai organ-organ penting tubuhnya….
Wajahnya saat datang begitu pucat, dengan nafas tersengal-sengal dia harus berbaring di dalam inkubator. Dia tidak bisa terlalu sering dikunjungi, pajanan terhadap dunia luar akan membuatnya semakin rapuh.. Sang ibu yang melahirkannya hanya mampu menungguinya dari luar, dia melihat sang buah hati bak melihat ikan berharga dalam aquarium, bila ikan itu dia genggam di tangannya ikan itu tak mampu bernafas, dan akhirnya hanya doa yang mampu diucapkannya….
Lebih dari satu minggu dia berada dalam kotak kecil yang so complicated itu..hingga akhirnya dia bisa terlepas dari bantuan oksigen, di malam2 terakhirnya di RS aku menjenguknya dan menemaninya, mencoba bernyanyi diiringi fasilitas mp3 handphoneku, berharap dia bisa mendengar, dia bisa bangkit dan bertahan, kembali ke ibu yang sudah menantinya.

Hmm yang satu ini, i call him “The fat one”
hahaha, dia memang gemuk, lihat saja dari pipinya yang menggumpal bagaikan ada bakpao dalam mulutnya. Siapa bilang bayi tidak bisa obesitas juga, anakku yang satu ini lahir dengan berat 4150 gram, melebihi berat badan bayi normal 2500-4000 gram..
Dia memang terlihat lucu dibalut gumpalan lemak di bawah kulitnya, tapi kelebihannya membuat dia juga harus dirawat karena resiko yang mungkin terjadi akibat berat badannya yang lebih….hehehe ^_^

anakku yang satu ini juga sama saja, aku memanggilnya bayi raksasa, meski menjadi ko-ass terasa begitu melelahkan namun begitu melihat wajah-wajah mereka, seakan semuanya terbayar sudah, tak heran saat itu seorang ibu yang baru saja bersalin tak membutuhkan obat anestesi apapun untuk mengurangi sakitnya tiap tusukan jarum yang menembus lapis demi lapis jalan lahirnya, dia cuma bilang “mbak, tolong bawa anak saya saja ke samping saya” dan dia menangis penuh haru sambil menciumi sang buah hati sementara aku asyik menjahit sedikit robekan di perineumnya….Mom..Mom..u are superwoman!!
Setiap kali ada di ruangan itu, berada di samping seorang ibu yang sedang kesakitan menanti persalinan, anganku membawaku ke tahun itu 24 tahun lalu di sebuah Rumah Sakit, ntah bagaimana erangan mamaku saat itu, apakah ada orang yang bisa dia genggam erat tangannya saat rasa sakit itu datang..mungkin zaman sekarang sudah berubah, orang-orang dengan mudahnya memilih untuk bersalin tanpa rasa sakit. Namun, inilah yang kutahu, yang kupelajari, bahwa ada rasa yang tak mampu kau ucapkan saat sakit itu digantikan tangisan sang buah hati, suddenly you lose all the pain, kepuasan tersendiri karena dengan tenagamu sendiri dan lewat penantian lama akhirnya kau bisa membawa kehidupan baru itu ke dunianya, even i don’t get this experience before, but i know from their eyes, they want to share their happiness, their satisfaction..
I LOVE YOU MOM

-
Archives
- September 2009 (1)
- August 2009 (2)
- July 2009 (2)
- May 2009 (1)
- April 2009 (2)
- March 2009 (2)
- January 2009 (3)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS


