Waktu itu…
Yang Kuasa sedang duduk di tengah ruang kerjaNya
Di hadapanNya masih banyak kanvas-kanvas hidup yang siap untuk ditorehkan rangkaian warna nan indah, sebelum dikirimkan ke dunia untuk disempurnakan oleh malaikat tanpa sayap..
Melukis….
sebenarnya bukan itu saja yang harus dikerjakanNya
melatih malaikat-malaikat itu untuk menyempurnakan lukisan-lukisan juga dilakoniNya
Menit itu..
saat Ia berusaha menyelesaikan sebingkai lukisan di sudut ruangan
tanpa sengaja, di sudut lain ruangan itu sekaleng cat terjatuh ke kanvas yang belum selesai dilukisNya
Yang Maha Empunya berdiri sejenak..melirik sebentar
kemudian pergi menuju ke kanvas lain, yang ternyata sudah dinanti kehadirannya di dunia
Dia coba selesaikan kanvas yang lain itu….
Si kanvas yang tak mampu berbuat apa-apa hanya bisa berteriak
“Hai…sang Master, kenapa Kau diam saja, selesaikan torehan kuasMu padaku….
kenapa Kau biarkan aku berantakan seperti ini….aku juga ditunggu di dunia, tapi kenapa Kau hanya diam saja….” protesnya
Ternyata sang kanvas harus menunggu beberapa tahun lamanya, bahkan sudah tak mampu berteriak..
Yang Maha Kasih kemudian mulai menyelesaikan lukisan-lukisan lain di ruangan itu
DibiarkanNya kering, lalu dikirimkanNya untuk meramaikan dunia..
Kini yang tersisa hanyalah kanvas dengan warna yang tak sedap dipandang mata
Diapun mulai berjalan ke arah kanvas itu….dan berkata :
“Hmmm…kalian itu lukisan-lukisan terbaikku, Aku selalu ingin yang terbaik untuk kalian..Tak mungkin kumenghapus torehan warna yang salah, tak mungkin pula aku mengganti kalian dengan kain kanvas yang baru…kalian terlalu berharga buatKu…”
“Sekian lama Aku menunggu, berusaha mempersiapkan malaikat-malaikat tanpa sayap, yang bisa membuat lukisanKu menjadi yang terbaik….”
“Namun hanya ada satu syarat sebelum malaikat itu memperbaikimu…diam dan percaya…”
Sang kanvas kemudian berteriak..
“Cepatlah….aku sudah tak tahan dengan semua ini, sahabat2ku yang lain sudah menikmati dunia….dipamerkan dengan bangganya…aku ingin seperti mereka”
Menit ini….kanvas itu ada di dunia, di tangan malaikat tanpa sayap
yang ternyata dilatih dan diturunkan di detik yang sama dengan jatuhnya kaleng cat itu….dia sudah dilatih melukis selama 5 tahun lamanya….
Kanvas itu masih sering berteriak, kadang menangis karena tak tahan….
namun,
si pelukis duniawi itu ternyata juga diberkahi kesabaran untuk menghadapi keributan2 itu
berulang kali mengulang perkataan Sang Master “Diam dan Percayalah, Dia yang membantuku..”
dia berusaha menorehkan kuas dengan teliti
menyambung tiap warna agar terlihat lebih baik….
Sang Master hanya tersenyum dari ruang kerjaNya di atas sana….
Lalu, saat lukisan itu selesai Ia berkata “Lihat dirimu, kau begitu indah, bahkan torehan cat yang salah kini terlihat begitu indah….asal kau percaya padaKu, karena Kau rancangan yang terlalu indah untuk kumusnahkan begitu saja..”
“Berterima kasihlah pada malaikat tanpa sayap itu, dia yang sudah menemanimu hingga sejauh ini….dia bukti, kalau Aku tak melupakanmu….hai ciptaanKu yang sangat berharga.”
–diceritakan oleh seorang sahabat terbaik, malaikat tanpa sayap 10sept09-
Nb:
apapun itu yang ada di hatimu, kesusahan apapun itu….
Diam dan Percayalah, Listen to HIM
Saya percaya bahwa teman2 adalah malaikat-malaikat pendiam yang selalu menjaga kita agar tidak jatuh ketika sayap-sayap kita kesulitan mengingat bagaimana terbang….dr.Agon….






