Bavure's Blog

Just another WordPress.com weblog

Bekerja dengan hati September 28, 2012

Filed under: Sekedar Coretan Tangan — Nia only @ 8:06 am
Tags: , , , ,

Cerita ini terinspirasi saat sedang berjalan2…

Kisah pertama,
Waktu itu sedang berhenti di perempatan, menunggu lampu lalu lintas berubah warna jadi hijau.. seorang bapak memainkan seruling bambu di sisi mobil yang kami kendarai… Sesekalinya kami memberikan penghargaan atas jiwa seninya..meski memang tak seberapa…
Si bapak langsung berlalu dan membuang uang yang kami berikan.

Kisah kedua,
Aku memilih untuk ditemani mang ojek ke suatu tempat perbelanjaan…dengan tarif yang menurut saya sudah biasa, tanpa kenaikan apapun apalagi harga bbm saat itu dibatalkan kenaikannya… Sesampainya di lokasi, ntah kenapa si mang ojek menerima uangnya dengan wajah ditekuk serasa ingin membuang saja uang itu ke selokan..

Kisah ketiga,
Saat itu anak saya sedang sakit..saya cuma bisa memilih menggunakan taksi menuju Rumah Sakit (padahal jaraknya juga tidak begitu jauh)..saya sudah berpikir untuk memberikan ongkos di atas minimum payement yang dianjurkan..karena saya yakin si supir mungkin akan protes..
Kejadian yang hampir sama dengan kisah ketiga ini saya alami beberapa kali, namun dengan respon yang berbeda dari tiap supir :
* supir tersenyum, membukakan pintu, dan alih2 marah karena jarak yg bgitu dekat, dia justru menawarkan unuk menunggu dan mengantarkan saya pulang…dan sangat berterimakasih atas bayaran yang diberikan
* supir lainnya cuma menggumam “ibu naik taksi hanya untuk jarak sedekat ini??!!” namun berterima kasih karena bayarannya lebih
* supir yang lain cuma menekuk wajah dan melempar upahnya ke kursi di sebelahnya, tanpa melihat jumlahnya..
Sejak kejadian2 itu, saya hanya memilih taksi dari armada trtentu saja untuk bepergian, saya kapok kalau harus berhadapan dengan orang yang marah2.. saya juga cenderun memilih mang ojek yang akan menemani saya.

Kisah2 itu mungkin dialami banyak orang juga,
namun.. semakin sering terjadi pada saya, saya jadi berpikir ada baiknya kita melakukan segala sesuatu, baik itu perkara besar atau kecil, kita lakukan dengan segenap hati..rezeki akan mengalir deras bila kita melakukan bagian kita dengan baik dan sepenuh hati..

Saya merasa, bagaimana Tuhan mau menitipkan rezeki yang jauh lebih besar..jika dalam perkara kecil saja kita tidak bisa bersyukur..dan melakukannya dengan baik.. Have a nice day..
TETAP BERSYUKUR

 

Menanam benih kebaikan September 28, 2011

Filed under: Sekedar Coretan Tangan — Nia only @ 9:16 am
Tags: , , , ,

Ini bukanlah tentangku…

tapi tentang seorang teman, seorang kakak kelas semasa memakai seragam putih abu-abu….

Meski tak sering berinteraksi dengannya, tapi hari ini seakan aku mengetahui banyak sekali tentangnya….

Saat itu aku ingat bertemu dengannya saat aku masih duduk di tahun terakhir dunia putih abu-abuku…bersama beberapa temannya mereka datang mengunjungi kami siswa siswi yang masih lugu akan dunia perguruan tinggi, dengan senyum dan candanya yang khas dia dan teman2nya memotivasi kami, bahkan bisa dibilang mereka lebih banyak bercanda saat itu hehehee…. oh ya.., aku menganggapnya cukup spesial saat itu, karena Ketua Dewan Pembina kami sering sekali menyebut namanya dan membicarakan tentang dirinya…. (semakin segan saja aku melihatnya, dia mungkin pintar sekali gumamku saat itu)

Setelah duduk di bangku kuliah, aku sempat beberapa kali main ke kotanya, sedikit sapaan dan senyum saja yang bisa ku berikan, karena wajah pria yang berkharisma ini sudah cukup membuatku malu-malu mau mengenalnya lebih jauh….tingkah dan polanya di beberapa foto yang dibagikan oleh teman2ku (yang juga teman2nya) di account fb sudah cukup membuatku menahan tawa karena geli akan tingkahnya yang kocak, dia lucu pikirku….

Hari ini, setelah beberapa tahun tak pernah bertegur sapa dengannya, menjadi hari yang membuat aku mengenalnya lebih banyak lagi, sekaligus menjadi hari terakhirnya di dunia ini, pria yang memiliki postur tidak begitu tinggi ini ternyata memang sangat baik sekali, begitu banyak orang yang dibuatnya tertawa dan tersenyum, dan begitu banyak kesan positif yang ditinggalkannya dalam benak orang2 di sekitarnya, bahkan bagi mereka yang baru mengenalnya setahun bahkan sebulan saja…

Banyak orang dari segala usia yang ternyata tersentuh oleh canda tawanya, cerita2 inspiratifnya, dan kemuliaan hatinya dalam menolong sesama yang tak harap timbal balik sama sekali… tak banyak orang yang demikian, bisa dihitung dengan jari, selain itu suaranya cukup memukau kata teman2nya (meski aku belum pernah mendengarnya bernyanyi solo), dan kata mereka (lagi) dia cukup mampu mengobarkan semangat dalam diri orang2 yang berbicara dengannya (wajar saja dia akhirnya memutuskan untuk mengasuh siswa siswi sekolahku dulu, bangga sekali adik2 yang sempat bertemu dengannya ya..)

Hari ini, hari dimana dia berpulang pada penciptaNya menjadi hari yang mengingatkanku, bahwa sungguh Tuhan yang punya rencana dalam hidup kita, hanya satu yang Dia minta untuk kita lakukan….”mengerjakan anugerah keselamatan yang dia berikan” yaitu dengan menaburkan benih kebaikan, agar nyata cinta kasihNYA di dunia ini….aku sampai berpikir, bila sampai waktuku, akankah orang2 juga mengenang kebaikanku seperti apa yang orang lain lakukan pada pria ini, atau justru tak ada yang mengingatku karena kurang banyaknya benih yang kutaburkan, atau..mereka hanya mengingat sebagian saja dari masa suksesku, kejatuhanku, kegagalanku dan kata pahit yang terlontar olehku….

Pria ini, abang kami Klement Sinaga sudah berhasil menanamkan benih kebaikan di hati kita semua….semoga benih itu bisa tumbuh dan mekar, buahnya bisa dirasakan pula oleh orang2 lain, meski tak akrab mengenalmu namun sungguh bersyukur mengetahui kebaikanmu….

selamat jalan bang, selamat bertemu dengan penciptaMu, khusus buat sahabat2 yang ditinggalkannya semoga tabah menerima kepergianNya, beruntung sekali bisa punya sahabat seperti dia ya….

 

 

 

a Woman Juli 6, 2010

Filed under: Sekedar Coretan Tangan — Nia only @ 6:51 am
Tags: , , ,

Menjadi seorang wanita, istri, ibu
Diciptakan dengan komposisi yang luar biasa unik, berdasarkan resep dengan ramuan yang bermacam-macam banyaknya…

– kala kekasih hatimu, suamimu, anakmu dirundung masalah dan duka..dia akan datang kepadamu, dan kau wanita harus berlapang dada membiarkan hatimu yang juga sedang acak adul menjadi “invisible”..demi menyajikan senyum tuk tenangkan jiwa lainnya.

– kala mereka semua sudah tenang dengan suara lembutmu dan belain halus tanganmu..kau, wanita, mengambil bagianmu dalam kesendirian, kau diam dalam tangis dan doa untuk mereka yang kau kasihi

– kala kekasih hatimu,suami, anakmu berulah..melakukan sesuatu yang mendukakan orang lain..dengan sekejap kau keras bagai batu,tegas bak garis, meski dalam hati kecilmu sebenarnya bukan amarah itu yang ingin kau lontarkan

– kala mereka semua sudah berada di jalannya, tinggallah kau sendiri, wanita, dengan Penciptamu, membahas semua yang terjadi dalam keseharianmu, menangis bersamaNya karena haru bahagia, karena sedih penatmu dan karena harapan2mu yang kau ucap..

Ya….terima kasih ibu, wanita yang jadi contoh dalam hidupku, mengorbankan banyak kesempatan emas demi anak2nya
Ya….terima kasih saudari2 perempuanku, wanita-wanita tegar yang kuatkan sayap patahku
Ya….terima kasih nek, wanita yang meski telah tutup usia, tetap memberi kenangan akan kasih

= ingat, bahwa kau sebagai istri hendaklah menjadi pendoa dan pengingat =

 

Ini tentang Melukis Januari 29, 2010

Filed under: Sekedar Coretan Tangan — Nia only @ 2:55 pm
Tags: , ,

Waktu itu…
Yang Kuasa sedang duduk di tengah ruang kerjaNya
Di hadapanNya masih banyak kanvas-kanvas hidup yang siap untuk ditorehkan rangkaian warna nan indah, sebelum dikirimkan ke dunia untuk disempurnakan oleh malaikat tanpa sayap..
Melukis….
sebenarnya bukan itu saja yang harus dikerjakanNya
melatih malaikat-malaikat itu untuk menyempurnakan lukisan-lukisan juga dilakoniNya

Menit itu..
saat Ia berusaha menyelesaikan sebingkai lukisan di sudut ruangan
tanpa sengaja, di sudut lain ruangan itu sekaleng cat terjatuh ke kanvas yang belum selesai dilukisNya

Yang Maha Empunya berdiri sejenak..melirik sebentar
kemudian pergi menuju ke kanvas lain, yang ternyata sudah dinanti kehadirannya di dunia
Dia coba selesaikan kanvas yang lain itu….

Si kanvas yang tak mampu berbuat apa-apa hanya bisa berteriak
“Hai…sang Master, kenapa Kau diam saja, selesaikan torehan kuasMu padaku….
kenapa Kau biarkan aku berantakan seperti ini….aku juga ditunggu di dunia, tapi kenapa Kau hanya diam saja….” protesnya
Ternyata sang kanvas harus menunggu beberapa tahun lamanya, bahkan sudah tak mampu berteriak..

Yang Maha Kasih kemudian mulai menyelesaikan lukisan-lukisan lain di ruangan itu
DibiarkanNya kering, lalu dikirimkanNya untuk meramaikan dunia..
Kini yang tersisa hanyalah kanvas dengan warna yang tak sedap dipandang mata
Diapun mulai berjalan ke arah kanvas itu….dan berkata :
“Hmmm…kalian itu lukisan-lukisan terbaikku, Aku selalu ingin yang terbaik untuk kalian..Tak mungkin kumenghapus torehan warna yang salah, tak mungkin pula aku mengganti kalian dengan kain kanvas yang baru…kalian terlalu berharga buatKu…”

“Sekian lama Aku menunggu, berusaha mempersiapkan malaikat-malaikat tanpa sayap, yang bisa membuat lukisanKu menjadi yang terbaik….”
“Namun hanya ada satu syarat sebelum malaikat itu memperbaikimu…diam dan percaya…”

Sang kanvas kemudian berteriak..
“Cepatlah….aku sudah tak tahan dengan semua ini, sahabat2ku yang lain sudah menikmati dunia….dipamerkan dengan bangganya…aku ingin seperti mereka”

Menit ini….kanvas itu ada di dunia, di tangan malaikat tanpa sayap
yang ternyata dilatih dan diturunkan di detik yang sama dengan jatuhnya kaleng cat itu….dia sudah dilatih melukis selama 5 tahun lamanya….

Kanvas itu masih sering berteriak, kadang menangis karena tak tahan….
namun,
si pelukis duniawi itu ternyata juga diberkahi kesabaran untuk menghadapi keributan2 itu
berulang kali mengulang perkataan Sang Master “Diam dan Percayalah, Dia yang membantuku..”

dia berusaha menorehkan kuas dengan teliti
menyambung tiap warna agar terlihat lebih baik….
Sang Master hanya tersenyum dari ruang kerjaNya di atas sana….
Lalu, saat lukisan itu selesai Ia berkata “Lihat dirimu, kau begitu indah, bahkan torehan cat yang salah kini terlihat begitu indah….asal kau percaya padaKu, karena Kau rancangan yang terlalu indah untuk kumusnahkan begitu saja..”
“Berterima kasihlah pada malaikat tanpa sayap itu, dia yang sudah menemanimu hingga sejauh ini….dia bukti, kalau Aku tak melupakanmu….hai ciptaanKu yang sangat berharga.”

–diceritakan oleh seorang sahabat terbaik, malaikat tanpa sayap 10sept09-

Nb:
apapun itu yang ada di hatimu, kesusahan apapun itu….
Diam dan Percayalah, Listen to HIM
Saya percaya bahwa teman2 adalah malaikat-malaikat pendiam yang selalu menjaga kita agar tidak jatuh ketika sayap-sayap kita kesulitan mengingat bagaimana terbang….dr.Agon….

 

Wavin Flag by K Naan Januari 28, 2010

Filed under: Sekedar Coretan Tangan — Nia only @ 4:57 pm
Tags: , ,

Tak ada yang tak tahu Piala Dunia 2010 yang sebentar lagi akan diselenggarakan, gaungnya begitu mudah kita amati di dunia televisi, media cetak dan radio. Pesta olahraga akbar kali ini menurut saya memiliki banyak sekali keunikan, mulai dari negara tuan rumah, maskot, official soundtrack hingga penyanyi di baliknya.
Negara Tuan Rumah
Pesta bola terbesar ini akan dirayakan mulai tanggal 11 juni – 11 juli 2010 di benua Afrika, tepatnya negara Afrika Selatan. Negara ini menjadi negara yang luar biasa beruntung di antara pesaing lainnya (Mesir, Tunisia, Libya dan Maroko) yang harus gugur di babak pemilihan tuan rumah. Negara yang kaya akan berlian, platinum dan emasnya ini awalnya tak seperti yang kita bayangkan….Berpuluh tahun yang lalu, negara ini berada di titik rendah karena pengaruh era apartheid. Kemiskinan, Kebodohan, Pergaulan bebas, serta Penindasan telah menjadi hal yang wajar untuk diamati, namun negara yang merupakan produsen mariyuana terbesar di dunia ini perlahan merangkak dari keterpurukan di bawah pemerintahan presiden kulit hitam pertama, Nelson Mandela….Lihatlah….ada Perjuangan di dalam diri mereka.

Wavin Flag

Lagu ini kian hari kian sering diperdengarkan di telinga kita, lagu yang sepintas mirip dengan Spirit theme CocaCola ini (yang merupakan salah satu sponsor Piala Dunia2010) lebih sering diputar pada bagian reff-nya saja. Tak banyak yang tahu lirik asli lagu ini….

Iseng-iseng, sambil mencari inspirasi, akhirnya saya mendapatkan liriknya di sini .. namun, ntah kenapa lirik yang ada tidak sesuai dengan official soundtrack yang sering kita dengar. Padahal lirik Wavin Flag yang dinyanyikan oleh K Naan ini begitu indah, menceritakan perjuangan untuk meraih harga diri, bangkit dari kemiskinan dan penjajahan, menggambarkan betapa banyak orang yang menggunakan “cinta” sebagai senjata yang hanya sekedar ucapan saja, namun secara tindakan ternyata cinta digunakan alih alih menutupi penjajahan terselubung yang kian marak saat ini dirasakan negara-negara tertinggal dan berkembang.

Dalam lagu ini tampak betapa peperangan yang memberi ‘janji’ kebebasan justru membawa kelaparan, kemiskinan, bahkan kehilangan harga diri sebuah bangsa…namun, dalam diri mereka ada keyakinan akan menjadi kuat. Lihatlah….betapa indah lirik itu….ada Harapan di dalamnya.

Maskot

Maskot yang digunakan Piala Dunia 2010 ini adalah macan tutul dengan rambut hijaunya yang nyentrik, bernama Zakumi, konon Za merupakan kode bagi negara Afrika Selatan sendiri, dan Kumi berarti sepuluh. Macan tutul dengan wajah yang tampak sporty ini akan berusia 16 tahun di tahun 2010 nanti, yang menunjukkan lahirnya demokrasi di negara ini….Lihatlah betapa negara ini ingin menunjukkan pada dunia, bahwa mereka memang begitu menghargai Demokrasi.

Lihatlah betapa negara kita ternyata memiliki apa yang mereka miliki, namun perjuangan, harapan dan jiwa demokrasi yang ada di dalam diri Afrika Selatan mampu membawa negara tersebut bangkit dari titik rendah pasca era apartheid, kenapa negara kita tidak bisa??

Apakah negara ini juga hanya bisa menggunakan cinta sebagai sekedar ucapan saja??

Tidak bisakah kita mewujudnyatakan “Cinta” dalam tindakan kita, menjadikannya sebagai dasar dari Harapan, meneguhkannya sebagai pendorong Perjuangan, dan memberikannya tempat tertinggi dalam pengikat keragaman dalam satu wadah bernama Demokrasi.

Saya percaya, suatu saat nanti, negaraku Indonesia juga bisa berkata pada dunia : When I get older, i will be stronger, they will call me Freedom just like a wavin flag….

I hope….

I pray….

For my country….

     

    Thank’s GOD Mei 4, 2009

    Filed under: Sekedar Coretan Tangan — Nia only @ 3:54 pm

    2 May 2009

    Siang itu tekad kami bulat sudah untuk menempuh perjalanan jauh demi menyaksikan kebahagiaan saudari terkasih kami, di kota yang merupakan ibukota Jawa tengah itu..
    Kami terdiri dari empat kru :
    ada yang berperan sebagai kapten selaku pemimpin perjalanan ini,
    ada pula navigator yang memberikan petunjuk perjalanan ini,
    ada pula yang menjadi penyemangat, yang rela berisik setiap saat, yang penting kapten tidak ngantuk
    dan terakhir penasehat yang setia dengan segala petuah dan saran2nya selaku yang dituakan….

    Kami melakukan perjalanan yang tak biasa ini melalui jalur yang tak biasa pula..
    Berharap pada seberkas ingatan akan perjalanan yang lalu
    Dan mengandalkan sejuta harapan pada berbagai penunjuk jalan yang ada
    Ternyata oh ternyata…..
    Yang tertulis tidaklah harus selalu menyenangkan
    seperti tertulis pada Kitab, mengikutKu tidaklah seindah yang kau bayangkan…
    Banyak rintangan di sana,
    sama seperti jalur yang tak biasa ini…Jalur yang sepi, hanya bertemankan cahaya bintang, bulan
    serta sedikit kelap kelip si kunang-kunang, binatang bercahaya

    Saat itu kami sudah melintasi setengah perjalanan, hanya mobil kami yang berada di jalan kecil itu
    Lalu….tiba-tiba di depan kami tampak sebuah truk terbalik, perasaan kami tak enak

    Kami berada di tanjakan yang ekstrim, dan mobil itu tiba2 mati….kemudian mundur….
    ke arah jurang curam….gelap….

    Ini mungkin kadar adrenalin terbesar yang pernah mengalir dalam darah kami
    Semua kru panik, berusaha menenangkan satu sama lain meski ada ketakutan luar biasa dalam dirinya
    Sekejap….diam yang jadi sahabat saat itu
    Berusaha untuk maju, namun mobil itu tetap saja mundur ke arah jurang

    Semuanya turun dari mobil,
    Aku hanya terdiam melihat ban mobil yang hanya beberapa centimeter saja dari jurang terjal itu
    Kalau saja sang kapten salah putar stir, bisa mati kami ini, pikirku.
    Akhirnya,
    ada cahaya lampu motor di depan kami
    tanpa pikir panjang, kami meminta tolong pada orang itu
    Puji syukur pada Yang Kuasa karena Dia ternyata mengirimkan orang yang ramah itu untuk menolong kami, dan dengan keahliannya, mobil itu bisa melaju melewati tanjakan ekstrim..

    Kita tidak jadi mati, teriak kami satu sama lain..
    Segala puja dan puji kami haturkan padaNYA saat itu, jutaan bintang bercahaya jadi saksi bisu akan salah satu peristiwa terdasyat dalam hidup kami, langit saat itu indah sekali kawan….
    dan memang saat sesorang dihadapkan pada kematian, saat itulah dia tahu bagaimana menghargai kehidupan..

    Terima kasih buatNYA, dan seorang malaikat yang membantu kami saat itu
    akhirnya kami bisa berkumpul dengan orang2 yang kami kasihi
    terima kasih buat kru perjalanan 2 mei 2009, kalian memang yang terbaik teman…
    ingat kita harus foto lagi yah hehehehe

    Hiduplah dengan penuh kasih, seakan kau akan mati besok….

    Thank’s God we are still alive ^_^

     

    No subject Maret 31, 2009

    Filed under: Sekedar Coretan Tangan — Nia only @ 2:02 pm

    Ini tulisan seorang sahabat
    kutak tau apa yang saat itu dipikirkannya
    ntah apa yang sedang berkecamuk dalam hati dan jiwanya
    ntah apa yang sedang ditunggunya….
    nice write friend

    =No subject=

    It was raining that day
    Like the day before… and the day before
    The river was swollen from the rain and the tears
    Without rainbow’s presence

    Still…. she was standing on the riverbank
    Shaking with angelic sad face that I’ll never forget
    Looking like she might jump in any second
    Giving me my rainbow’s presence

    Yet…
    My mind still frozen as my heart
    With good and evil were busy with their clumsiness
    Claiming rainbow’s presence

    Now.. I’m here alone in this river
    Still captivated within the river
    Fighting this never ending rain
    Waiting for rainbow’s presence

    anonymous