Bavure's Blog

Just another WordPress.com weblog

a Woman Juli 6, 2010

Filed under: Sekedar Coretan Tangan — Nia only @ 6:51 am
Tags: , , ,

Menjadi seorang wanita, istri, ibu
Diciptakan dengan komposisi yang luar biasa unik, berdasarkan resep dengan ramuan yang bermacam-macam banyaknya…

– kala kekasih hatimu, suamimu, anakmu dirundung masalah dan duka..dia akan datang kepadamu, dan kau wanita harus berlapang dada membiarkan hatimu yang juga sedang acak adul menjadi “invisible”..demi menyajikan senyum tuk tenangkan jiwa lainnya.

– kala mereka semua sudah tenang dengan suara lembutmu dan belain halus tanganmu..kau, wanita, mengambil bagianmu dalam kesendirian, kau diam dalam tangis dan doa untuk mereka yang kau kasihi

– kala kekasih hatimu,suami, anakmu berulah..melakukan sesuatu yang mendukakan orang lain..dengan sekejap kau keras bagai batu,tegas bak garis, meski dalam hati kecilmu sebenarnya bukan amarah itu yang ingin kau lontarkan

– kala mereka semua sudah berada di jalannya, tinggallah kau sendiri, wanita, dengan Penciptamu, membahas semua yang terjadi dalam keseharianmu, menangis bersamaNya karena haru bahagia, karena sedih penatmu dan karena harapan2mu yang kau ucap..

Ya….terima kasih ibu, wanita yang jadi contoh dalam hidupku, mengorbankan banyak kesempatan emas demi anak2nya
Ya….terima kasih saudari2 perempuanku, wanita-wanita tegar yang kuatkan sayap patahku
Ya….terima kasih nek, wanita yang meski telah tutup usia, tetap memberi kenangan akan kasih

= ingat, bahwa kau sebagai istri hendaklah menjadi pendoa dan pengingat =

Iklan
 

…I.B.U… Januari 27, 2010

Filed under: Dunia si baju Jas Putih.... — Nia only @ 8:00 am
Tags: , ,

Sebenarnya belum genap seminggu menjalani kehidupan di dunia psikiatri (baca: ilmu kesehatan jiwa), namun sudah banyak hal yang menarik untuk ditorehkan….

Dunia ini, dunia psikiatri, bagaikan jenis masakan dengan banyak bumbu untuk diramu di dalamnya.
Ada bumbu rasa senang, sedih, tangis, tawa, amarah, minder, sombong, bahkan bumbu emosi yang bisa dicampurkan. Apabila yang dicampurkan adalah bumbu tawa, senang, dan sombong maka akan tersaji makanan bernama ‘Manik’ (sejenis gangguan jiwa dimana perasaan pasien begitu senang meluap-luap)..

Tapi, bukan sisi gangguan jiwa ini yang ingin kutuliskan..
Mereka yang ada di sekitar orang dengan ‘gangguan’ itulah yang hendak kulukiskan, yang kebanyakan dari antara mereka adalah seorang wanita, kaum hawa yang sering kita panggil “Ibu”.
Meski di era sekarang banyak sekali sifat ibu yang membuat kita juga geleng-geleng kepala (menelantarkan anaknya, melakukan pengguguran kandungan, pembunuhan…) namun, sifat dasar mereka yang penuh kesabaran tetap akan ada di sana, di dalam jiwa mereka.

Ibu itu datang dengan penuh harapan bahwa anaknya bisa sembuh, tak dapat kugambarkan wajahnya yang kelelahan karena harus menemani sang anak di ruangan kecil itu, meladeni si anak yang usianya tak lagi muda untuk berbincang-bincang dengan topik yang ngalur ngidul, memandikan si anak yang semakin susah membedakan mana yang harus dipakai untuk membersihkan tubuhnya dengan pembersih lantai….yang kadang harus menahan tangis di luar ruangan, saat kejut listrik itu harus singgah di kepala si anak.. meski terasa sakit, tapi harapan dan impian membuatnya kuat.

Ibu lainnya terkesan begitu cuek, dengan kepulan asap rokok yang dia selipkan di jemari tangan..
Meski begitu, sinar matanya yang tak lagi cerah membuatku tahu kalau dia begitu galau..dia tak mampu utarakan kata untuk menggambarkan kekhawatirannya akan si anak, yang semakin hari menjadi diam, mengurung diri dan berbicara sendiri di sudut kamar….
dia tak mampu menyembunyikan katakutannya saat si anak tak mau lagi meneguk obat-obat itu….
betapa ramuan tembakau telah menjadi teman setianya melewati malam penuh cemas….

Seorang ibu lainnya membuatku kagum,
Dengan seragam coklat-coklat kebanggannya, dia datang seorang diri..
Raut wajah sang ibu tanpa kebahagiaan, seakan ketakutan menjadi belahan jiwanya
Anak pertama yang menjadi kebanggan kian sukar diajak kompromi sejak diputuskan sang pujaan hati, emosi yang meluap setiap hari menjadikan sang ibu bantalan amarah..tak kuasa ku hitung luka yang ada di tubuhnya..bahkan kematian seakan begitu dekat dengannya kini..namun, keteguhan dan doa yang buatnya tetap berdiri..

Mereka cuma contoh,
Namun, lewat mereka aku tahu….aku kembali disadarkan betapa ku memiliki Ibu yang luar biasa..
Anugerah luar biasa dilahirkan lewat rahimmu, terberkatilah engkau.

Maafkan aku Bunda, kadang ku membuat hatimu menangis…. I love you