Bavure's Blog

Just another WordPress.com weblog

…I.B.U… Januari 27, 2010

Filed under: Dunia si baju Jas Putih.... — Nia only @ 8:00 am
Tags: , ,

Sebenarnya belum genap seminggu menjalani kehidupan di dunia psikiatri (baca: ilmu kesehatan jiwa), namun sudah banyak hal yang menarik untuk ditorehkan….

Dunia ini, dunia psikiatri, bagaikan jenis masakan dengan banyak bumbu untuk diramu di dalamnya.
Ada bumbu rasa senang, sedih, tangis, tawa, amarah, minder, sombong, bahkan bumbu emosi yang bisa dicampurkan. Apabila yang dicampurkan adalah bumbu tawa, senang, dan sombong maka akan tersaji makanan bernama ‘Manik’ (sejenis gangguan jiwa dimana perasaan pasien begitu senang meluap-luap)..

Tapi, bukan sisi gangguan jiwa ini yang ingin kutuliskan..
Mereka yang ada di sekitar orang dengan ‘gangguan’ itulah yang hendak kulukiskan, yang kebanyakan dari antara mereka adalah seorang wanita, kaum hawa yang sering kita panggil “Ibu”.
Meski di era sekarang banyak sekali sifat ibu yang membuat kita juga geleng-geleng kepala (menelantarkan anaknya, melakukan pengguguran kandungan, pembunuhan…) namun, sifat dasar mereka yang penuh kesabaran tetap akan ada di sana, di dalam jiwa mereka.

Ibu itu datang dengan penuh harapan bahwa anaknya bisa sembuh, tak dapat kugambarkan wajahnya yang kelelahan karena harus menemani sang anak di ruangan kecil itu, meladeni si anak yang usianya tak lagi muda untuk berbincang-bincang dengan topik yang ngalur ngidul, memandikan si anak yang semakin susah membedakan mana yang harus dipakai untuk membersihkan tubuhnya dengan pembersih lantai….yang kadang harus menahan tangis di luar ruangan, saat kejut listrik itu harus singgah di kepala si anak.. meski terasa sakit, tapi harapan dan impian membuatnya kuat.

Ibu lainnya terkesan begitu cuek, dengan kepulan asap rokok yang dia selipkan di jemari tangan..
Meski begitu, sinar matanya yang tak lagi cerah membuatku tahu kalau dia begitu galau..dia tak mampu utarakan kata untuk menggambarkan kekhawatirannya akan si anak, yang semakin hari menjadi diam, mengurung diri dan berbicara sendiri di sudut kamar….
dia tak mampu menyembunyikan katakutannya saat si anak tak mau lagi meneguk obat-obat itu….
betapa ramuan tembakau telah menjadi teman setianya melewati malam penuh cemas….

Seorang ibu lainnya membuatku kagum,
Dengan seragam coklat-coklat kebanggannya, dia datang seorang diri..
Raut wajah sang ibu tanpa kebahagiaan, seakan ketakutan menjadi belahan jiwanya
Anak pertama yang menjadi kebanggan kian sukar diajak kompromi sejak diputuskan sang pujaan hati, emosi yang meluap setiap hari menjadikan sang ibu bantalan amarah..tak kuasa ku hitung luka yang ada di tubuhnya..bahkan kematian seakan begitu dekat dengannya kini..namun, keteguhan dan doa yang buatnya tetap berdiri..

Mereka cuma contoh,
Namun, lewat mereka aku tahu….aku kembali disadarkan betapa ku memiliki Ibu yang luar biasa..
Anugerah luar biasa dilahirkan lewat rahimmu, terberkatilah engkau.

Maafkan aku Bunda, kadang ku membuat hatimu menangis…. I love you

Iklan
 

ACLS, EKG dan HIPERKES 2009 Juli 1, 2009

Filed under: Dunia si baju Jas Putih.... — Nia only @ 6:50 am

TS yang terhormat,

Berikut kami informasikan jadwal – jadwal pelatihan ACLS, EKG dan HIPERKES tahun 2009 yang masih tersedia.
A C L S ( Advanced Cardiac Life Support )
Waktu : Periode I 26 – 28 Juni 2009 (Fully Booked)
Periode II 3 – 5 juli 2009
Periode III 17 – 19 Juli 2009
Periode IV 24 – 26 Juli 2009
Periode V 7 – 9 Agustus 2009
Periode VI 2 – 4 Oktober 2009
Periode VII 9 – 11 Oktober 2009
Periode VIII 16 – 18 Oktober 2009
Periode IX 23 – 25 Oktober 2009
Periode X 30 Okt – 1 Nov 2009
Periode XI 6 – 8 November 2009
Periode XII 20 – 22 November 2009
Periode XIII 4 – 6 Desember 2009

Tempat : PERKI HOUSE Jl. Danau Toba No.139 A-C, Bendungan HIlir, Jakarta Pusat
Fasilitas :
• Pelatihan ACLS PERKI selama 3 hari.
• Buku Panduan ACLS PERKI (1 Buah) versi bahasa Indonesia “ NEW “
• Sertifikat ACLS PERKI ( Akreditasi 12 SKP dari IDI ).Masa Berlaku 3 tahun.
• Konsumsi ( 1x Lunch + 2x Coffe Break ) / hari.
Biaya : Rp. 2.500.000 / Peserta
Pembayaran :
Transfer :
BCA Cab. Setiabudi Atrium No.Rek 7660 169231 a.n Danar Kusumawardhani

Bank Mandiri Cab. RSCM No.Rek 122000 4968213 a.n Danar Kusumawardhani

Pendaftaran via SMS :
Ketik ACLS # Periode# Nama Lengkap # No.Handphone, Kirim ke 08170 825 883
Contoh : ACLS # 26 – 28 Juni 2009 # Danar Kusumawardhani # 08170825883

Info dan Registrasi :
No.Hp : 0817 0825 883 ( Dr.Danar/ Mia/ Dian )
Fax : 021 – 86603771
Email : seminarkedokteran@gmail.com

Blog : seminarkedokteran.blogspot.com

Kegiatan ini hanya untuk kalangan Dokter

Kursus EKG PERKI
Waktu : Periode I 27 – 28 Juni 2009
Periode II 4 – 5 Juli 2009
Periode III 25 – 26 Juli 2009
Periode IV 15 – 16 Agustus 2009
Periode V 3 – 4 Oktober 2009
Periode VI 17 – 18 Oktober 2009
Periode VII 14 – 15 November 2009
Periode VIII 5 – 6 Desember 2009
Periode IX 26 – 27 Desember 2009

Tempat : Wisma Bidakara RS. Harapan Kita Jl.Letjen S. Parman, Slipi, JakBar
Fasilitas :
• Pelatihan EKG selama 2 hari dari PERKI JAYA
• Buku Panduan Kursus EKG dari PERKI JAYA
• Sertifikat dari PERKI JAYA ( Akreditasi 6 SKP dari IDI ). Masa Berlaku Seumur Hidup
• Makan siang dan 2x Coffee Break selama 2 hari
Biaya : Rp. 1.100.000 / Peserta
Pembayaran :
Transfer :
BCA Cab. Setiabudi Atrium No.Rek 7660 169231 a.n Danar Kusumawardhani

Bank Mandiri Cab. RSCM No.Rek 122000 4968213 a.n Danar Kusumawardhani

Pendaftaran via SMS :
Ketik EKG # Periode# Nama Lengkap # No.Handphone, Kirim ke 08170 825 883
Contoh : EKG # 27-28 Juni 2009 # Danar Kusumawardhani # 08170825883

Info dan Registrasi :
No.Hp : 0817 0825 883 ( Dr.Danar/ Mia/ Dian )
Fax : 021 – 86603771
Email : seminarkedokteran@gmail.com
Blog : seminarkedokteran.blogspot.com

Kegiatan ini dapat diikuti oleh Dokter, Ko-Asisten, Paramedic/Perawat

HIPERKES ( Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja )
Waktu : Periode I 27 April – 7 Mei 2009
Periode II 25 Mei – 4 Juni 2009
Periode III Bln Juli dan Agustus 2009 ( Tanggal Masih Menunggu konfirmasi kepastian dari Dept. IIK – FKUI)

Tempat : Departemen IKK-FKUI , Jln. Pegangsaan Timur No.16 Jakarta
( Depan Stasiun Cikini & Sekompleks dengan Dept. Mikrobiologi FKUI )

Fasilitas :
1. Pelatihan HIPERKES selama 9 hari ( Senin-Jumat dan Senin-Kamis)
2. Modul materi HIPERKES
3. Praktikum dan Kunjungan Perusahaan
4. Instruktur : Staf pengajar FKUI, Depkes dan Depnaker
5. Makan siang dan Coffee Break selama 9 hari
6. Sertifikat HIPERKES dari Depnaker dan Sertifikat dari Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI Program Studi Kedokteran Kerja ( Akreditasi IDI ). Sertifikat berlaku seumur hidup
Biaya : Rp. 2.000.000 / Peserta
Pembayaran :
BCA Cab. Setiabudi Atrium No.Rek 7660 169231 a.n Danar Kusumawardhani

Bank Mandiri Cab. RSCM No.Rek 122000 4968213 a.n Danar Kusumawardhani

Pendaftaran via SMS :
Ketik Hiperkes # Periode# Nama Lengkap # No.Handphone, Kirim ke 08170 825 883
Contoh : Hiperkes # 27 April -7 Mei 2009 # Danar Kusumawardhani # 08170825883

Info dan Registrasi :
No.Hp : 0817 0825 883 ( Dr.Danar/ Mia/ Dian )
Fax : 021 – 86603771
Email : seminarkedokteran@gmail.com
Blog : seminarkedokteran.blogspot.com

 

Kisah anjing Hachiko

Filed under: Dunia si baju Jas Putih.... — Nia only @ 6:39 am

Ini sebuah kisah dari Jepang, dan aku dapatkan dari blog sebelah….

dan aku cuma ingin membagikannya dengan teman2….

Seorang Profesor setengah tua tinggal sendirian di Kota Shibuya. Namanya Profesor Hidesamuro Ueno. Dia hanya ditemani seekor anjing kesayangannya, Hachiko. Begitu akrab hubungan anjing dan tuannya itu sehingga kemanapun pergi Hachiko selalu mengantar. Profesor itu setiap hari berangkat mengajar di universitas selalu menggunakan kereta api.. Hachiko pun setiap hari setia menemani Profesor sampai stasiun.

Di stasiun Shibuya ini Hachiko dengan setia menunggui tuannya pulang tanpa beranjak pergi sebelum sang profesor kembali. Dan ketika Profesor Ueno kembali dari mengajar dengan kereta api, dia selalu mendapati Hachiko sudah menunggu dengan setia di stasiun. Begitu setiap hari yang dilakukan Hachiko tanpa pernah bosan.

Musim dingin di Jepang tahun ini begitu parah. Semua tertutup salju. Udara yang dingin menusuk sampai ke tulang sumsum membuat warga kebanyakan enggan ke luar rumah dan lebih memilih tinggal dekat perapian yang hangat. Pagi itu, seperti biasa sang Profesor berangkat mengajar ke kampus. Dia seorang profesor yang sangat setia pada profesinya. Udara yang sangat dingin tidak membuatnya malas untuk menempuh jarak yang jauh menuju kampus tempat ia mengajar. Usia yang semakin senja dan tubuh yang semakin rapuh juga tidak membuat dia beralasan untuk tetap tinggal di rumah. Begitu juga Hachiko, tumpukan salju yang tebal dimana-mana tidak menyurutkan kesetiaan menemani tuannya berangkat kerja. Dengan jaket tebal dan payung yang terbuka, Profesor Ueno berangkat ke stasun Shibuya bersama Hachiko.

Tempat mengajar Profesor Ueno sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Tapi memang sudah menjadi kesukaan dan kebiasaan Profesor untuk naik kereta setiap berangkat maupun pulang dari universitas. Kereta api datang tepat waktu. Bunyi gemuruh disertai terompet panjang seakan sedikit menghangatkan stasiun yang penuh dengan orang-orang yang sudah menunggu itu. Seorang awak kereta yang sudah hafal dengan Profesor Ueno segera berteriak akrab ketika kereta berhenti. Ya, hampir semua pegawai stasiun maupun pegawai kereta kenal dengan Profesor Ueno dan anjingnya yang setia itu, Hachiko. Karena memang sudah bertahun-tahun dia menjadi pelanggan setia kendaraan berbahan bakar batu bara itu. Setelah mengelus dengan kasih sayang kepada anjingnya layaknya dua orang sahabat karib, Profesor naik ke gerbong yang biasa ia tumpangi. Hachiko memandangi dari tepian balkon ke arah menghilangnya profesor dalam kereta, seakan dia ingin mengucapkan,

” saya akan menunggu tuan kembali.”

“Anjing manis, jangan pergi ke mana-mana ya, jangan pernah pergi sebelum tuan kamu ini pulang!” teriak pegawai kereta setengah berkelakar.

Seakan mengerti ucapan itu, Hachiko menyambut dengan suara agak keras,”guukh!”

Tidak berapa lama petugas balkon meniup peluit panjang, pertanda kereta segera berangkat. Hachiko pun tahu arti tiupan peluit panjang itu. Makanya dia seakan-akan bersiap melepas kepergian profesor tuannya dengan gonggongan ringan. Dan didahului semburan asap yang tebal, kereta pun berangkat. Getaran yang agak keras membuat salju-salju yang menempel di dedaunan sekitar stasiun sedikit berjatuhan.

Di kampus, Profesor Ueno selain jadwal mengajar, dia juga ada tugas menyelesaikan penelitian di laboratorium. Karena itu begitu selesai mengajar di kelas, dia segera siap-siap memasuki lab untuk penelitianya. Udara yang sangat dingin di luar menerpa Profesor yang kebetulah lewat koridor kampus.

Tiba-tiba ia merasakan sesak sekali di dadanya. Seorang staf pengajar yang lain yang melihat Profesor Ueno limbung segera memapahnya ke klinik kampus. Berawal dari hal yang sederhana itu, tiba-tiba kampus jadi heboh karena Profesor Ueno pingsan. Dokter yang memeriksanya menyatakan Profesor Ueno menderita penyakit jantung, dan siang itu kambuh. Mereka berusaha menolong dan menyadarkan kembali Profesor. Namun tampaknya usaha mereka sia-sia.

Profesor Ueno meninggal dunia. Segera kerabat Profesor dihubungi. Mereka datang ke kampus dan memutuskan membawa jenazah profesor ke kampung halaman mereka, bukan kembali ke rumah Profesor di Shibuya.

Menjelang malam udara semakin dingin di stasiun Shibuya. Tapi Hachiko tetap bergeming dengan menahan udara dingin dengan perasaan gelisah. Seharusnya Profesor Ueno sudah kembali, pikirnya. Sambil mondar-mandir di sekitar balkon Hachiko mencoba mengusir kegelisahannya. Beberapa orang yang ada di stasiun merasa iba dengan kesetiaan anjing itu. Ada yang mendekat dan mencoba menghiburnya, namun tetap saja tidak bisa menghilangkan kegelisahannya.

Malam pun datang. Stasiun semakin sepi. Hachiko masih menunggu di situ. Untuk menghangatkan badannya dia meringkuk di pojokan salah satu ruang tunggu. Sambil sesekali melompat menuju balkon setiap kali ada kereta datang, mengharap tuannya ada di antara para penumpang yang datang. Tapi selalu saja ia harus kecewa, karena Profesor Ueno tidak pernah datang.

Bahkan hingga esoknya, dua hari kemu dian , dan berhari-hari berikutnya dia tidak pernah datang.

Namun Hachiko tetap menunggu dan menunggu di stasiun itu, mengharap tuannya kembali. Tubuhnya pun mulai menjadi kurus.

Para pegawai stasiun yang kasihan melihat Hachiko dan penasaran kenapa Profesor Ueno tidak pernah kembali mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya didapat kabar bahwa Profesor Ueno telah meninggal dunia, bahkan telah dimakamkan oleh kerabatnya. Mereka pun berusaha memberi tahu Hachiko bahwa tuannya tak akan pernah kembali lagi dan membujuk agar dia tidak perlu menunggu terus.

Tetapi anjing itu seakan tidak percaya, atau tidak peduli. Dia tetap menunggu dan menunggu tuannya di stasiun itu, seakan dia yakin bahwa tuannya pasti akan kembali. Semakin hari tubuhnya semakin kurus kering karena jarang makan.

Akhirnya tersebarlah berita tentang seekor anjing yang setia terus menunggu tuannya walaupun tuannya sudah meninggal. Warga pun banyak yang datang ingin melihatnya. Banyak yang terharu. Bahkan sebagian sempat menitikkan air matanya ketika melihat dengan mata kepala sendiri seekor anjing yang sedang meringkuk di dekat pintu masuk menunggu tuannya yang sebenarnya tidak pernah akan kembali.

Mereka yang simpati itu ada yang memberi makanan, susu, bahkan selimut agar tidak kedinginan. Selama 9 tahun lebih, dia muncul di station setiap harinya pada pukul 3 sore, saat dimana dia biasa menunggu kepulangan tuannya.

Namun hari-hari itu adalah saat dirinya tersiksa karena tuannya tidak kunjung tiba. Dan di suatu pagi, seorang petugas kebersihan stasiun tergopoh-gopoh melapor kepada pegawai keamanan. Sejenak kemu dian suasana menjadi ramai. Pegawai itu menemukan tubuh seekor anjing yang sudah kaku meringkuk di pojokan ruang tunggu. Anjing itu sudah menjadi mayat.

Hachiko sudah mati.

Kesetiaannya kepada sang tuannya pun terbawa sampai mati. Warga yang mendengar kematian Hachiko segera berduyun-duyun ke stasiun Shibuya. Mereka umumnya sudah tahu cerita tentang kesetiaan anjing itu. Mereka ingin menghormati untuk yang terakhir kalinya.

Menghormati sebuah arti kesetiaan yang kadang justru langka terjadi pada manusia.