Boru Panggoaran, Anak perempuan pertama, The first daughter….

Surat buat Ayah Bundaku :

Sudah kegemaranku menuliskan surat di siang hari begini

surat-suratku yang lain juga kugoreskan di saat yang sama

bertemankan sinar matahari yang sama

disejukkan sepoian angin yang juga sama….

Hanya satu yang membuat siang ini berbeda dengan siang lainnya

saat ini aku ditemani lantunan syair “Boru Panggoaran” yang dinyanyikan Victor Hutabarat

Aku ingat Ayah pernah katakan, “lagu ini buatmu anakku”..

kala itu aku cuma bisa tertawa dan melempar canda saat kau coba menyanyikannya dengan suaramu yang sedikit nge-bass itu..

mataku tak begitu bersahabat dengan air mata saat mendengarkan lagu yang sendu

tapi siang ini, kedua bola mata ini bak tanah gersang yang rindu air hujan

terima kasih pernah menyanyikannya buatku Ayah….

hmmm…. Tak banyak coretan lain yang bisa kubuat Ayah, Bunda

Biarlah salinan syair lagu ini menjadi penutup suratku

Aku tahu, doamu, harapanmu ada di setiap barisnya

Ijinkan aku berjanji, aku akan berusaha mewujudkannya

KasihNya menyertai Ayah, Bundaku….

Ho do boruku tampuk ni ate-ateki

Ho do boruku tampuk ni pusu-pusuki

Burju burju ma ho Namarsikkola i Asa dapot ho na sininta ni rohami

Molo matua sogot ahu Ho do manarihon ahu

Molo matinggang ahu inang Ho do na manogu-nogu ahu

Ai ho do boruku boru panggoaranki

Sai sahat ma da na di rohami

Ai ho do boruku boru panggaoaranki

sai sahat ma da na di rohami

(diperuntukkan bagi sesama Boru Panggoaran)